Program pembinaan siswa SMK yang tidak hanya melihat nilai akademik — tapi membangun karakter, membuka peluang, dan hadir langsung di tengah keluarga penerima manfaat.
"Kami percaya, ketika satu anak memperoleh kesempatan untuk belajar, masa depan keluarga, masyarakat, dan bangsa ikut bertumbuh."Laeli Nuraeni — Ketua Bidang Pendidikan YDB
Sejak 1970, Yayasan Dana Bantuan telah menyalurkan beasiswa kepada generasi muda Indonesia. Selama lebih dari empat dekade, program ini menjangkau mahasiswa D3 dan S1 yang membutuhkan dukungan finansial untuk menyelesaikan pendidikan tinggi mereka.
Pada tahun 2012, seiring berjalannya program pemerintah untuk pengembangan SMK, YDB memfokuskan perhatian ke siswa SMK — titik paling rentan ketika biaya sekolah mengancam kelangsungan pendidikan mereka.
SMK dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai bagi dunia industri. Dengan durasi pendidikan hanya 3 tahun, lulusannya diharapkan langsung bisa bekerja — atau membangun usaha sendiri.
Namun banyak keluarga yang terpaksa berhenti di tengah jalan karena SPP yang menunggak, biaya ujian yang tak terbayar, atau kebutuhan mendesak yang lebih besar dari kemampuan mereka.
Yang membedakan program ini dari beasiswa konvensional adalah komitmen pada pembinaan karakter dan keterlibatan langsung dengan keluarga penerima manfaat.
Sebelum seorang siswa resmi menjadi penerima beasiswa YDB, tim pengurus turun langsung ke lapangan — mengunjungi rumah calon penerima, berbicara dengan orang tua, melihat kondisi ekonomi keluarga secara nyata. Aspek sosial dan karakter siswa dinilai langsung di sini, bukan hanya dari berkas administrasi.
Program ini bukan hanya soal uang sekolah. Baca langsung dari para alumni bagaimana YDB mengubah arah hidup mereka.